Dunia Wanita

Mulai Terhitung 17 Sept 2011 - 6 hari kedepan http://www.duniawanita.org akan bs di akses dengan alamat http://www.duniawanita.us
dan untuk selanjutan artikel akan update di website baru.
---------------------
Silahkan Kunjungi Website DWI
dengan tampilan dan artikel baru :
http://www.duniawanita.us

Indonesian Female'S Forum - Dunia Wanita Indonesia


    Renungan Hari Kartini

    Share
    avatar
    Aurel
    Admin
    Admin

    Female Lady The Power of Love
    IFSer Active Best  Members Donatur Top Poster

    Total Post : 1017
    999 / 999999 / 999


    Location : Jakarta
    Joint date : 2008-11-24

    Message
    Status: Members
    Mistake: 0

    default Renungan Hari Kartini

    Post  Aurel on 20/04/10, 06:57 pm

    [justify][quote]aduh senengnya kalau hari kartini, rasanya gimana gitu, dari dulu waktu SD sampai dengan tua bangkotan kayak skrg ini, aku paling demen ama hari kartini..bagaimana tidak, karena di hari Kartini ini dulu aku bisa dandan dan tampil cantik memukau... cowo2 dikelasku pasti pada senang melihat aku yg hari2nya pake bedak aja diomelin ama guru, bisa lipstikan dan dandan semenarik mungkin...sungguh merupakan sensasi yg tiada duanya..

    tp itu pemikiran bocah..

    skrg lebih tua, pemikiran tentang hari kartini sudah bergeser...dan pemikiran yg paling mapan adalah dulu waktu aku kuliah.....betapa aku merasakan enaknya dipandang sama hak sama derajat dengan laki2...

    secara fisik memang kami tidak mungkin bisa mengalahkan laki2 dan juga tidak ada gunanya untuk mengalahkan laki2... kami, para wanita, memang diciptakan Tuhan yg maha kuasa, berbeda fungsi dan kewajibannya di atas muka bumi ini....

    Laki2 diciptakan Tuhan YME untuk mencari nafkah, memberikan tempat tinggal, memberikan rasa aman, pengayoman, perlindungan, dan Tuhan juga menciptakan laki2 sebagai makhluk penyebar benih... Oleh karena itu, jika dipikir secara seksama, tak ada gunanya kami, para wanita, merasa cemburu, jika laki2 menebar benih kepada banyak wanita, secara kodrati Tuhan sudah merancangnya seperti itu.

    Beda lagi dengan wanita, Tuhan YME, menciptakan wanita sebagai pemelihara, pelahir kehidupan, perawat, memberikan rasa aman kepada laki2 setelah seharian penuh bertempur di kekerasan dunia ini, diberikan keindahan dibanding dengan makhluk yg bernama laki2..
    [/justify]
    [quote]
    [justify]"Perempuan itu memiliki keindahan, tetapi bukan berarti lalu laki-laki punya hak untuk mengintimidasi perempuan,".

    "..ada sistem yang tidak adil terhadap perempuan. Apalagi dia berada dalam dunia karir yang membentuk stereotip perempuan yang bila bukan lemah, tidak berdaya, dan patuh, dia adalah jahat, culas, cerewet, konsumtif, dan terpenjara dalam lingkup domestik. “

    "Yang penting, keseimbangan antara hak dan kewajiban perempuan itu terjaga, tidak timpang dan tidak terjajah. Jangan atas nama kebebasan lalu bersikap sinis dan mengintimidasi laki-laki.”

    "Perempuan itu secara kodrati diberi kelebihan untuk melahirkan kehidupan, tetapi dia juga bukan superwoman. Jadi, saya juga tidak setuju kalau perempuan lalu mengambil alih tugas laki-laki."
    [/justify]
    [/quote]
    KEMISKINAN MELEKAT PADA PEREMPUAN

    Saparinah Sadli
    [quote]
    [justify]Hari Kartini memperingati jasa-jasa seorang pahlawan perempuan yang bertekad mengentaskan kaumnya dari kebodohan dan kemiskinan. Kartini yang lebih dikenal sebagai pejuang emansipasi perempuan dan perlunya dipenuhi hak anak perempuan akan pendidikan pada dasarnya memperjuangkan agar dengan menghapuskan kemiskinan dan kebodohan perempuan kualitas bangsa dapat ditingkatkan, hubungan antar jender yang setara.

    Bagi kita yang baru saja memperingati Hari Kartini, ada dua kejadian yang menarik untuk direnungkan bersama, oleh perempuan dan lelaki. Pertama: pagelaran konser perempuan yang diselenggarakan di Convention Hall, dan yang anggotanya seluruhnya terdiri dari perempuan Indonesia, termasuk dirigennya. Sesuatu yang jelas perlu dibanggakan. Juga, karena katanya, merupakan konser perempuan satu-satunya dan yang pertama di Asia. Pagelaran konser ini menunjukkan apa? Bahwa perempuan Indonesia bila mendapat kesempatan untuk mengikuti pendidikan sesuai dengan bakat dan minatnya dapat berkarya dan berprestasi optimal. Seperti kaum lelaki.

    Tetapi menghadiri konser akbar ini juga memberikan gambaran bahwa hingga kini prestasi perempuan lebih dibanggakan oleh perempuan sendiri dan belum oleh kaum laki-laki pada umumnya. Undangan yang hadir hampir semuanya perempuan. Beberapa lelaki yang hadir adalah karena terpaksa? Karena mereka adalah pejabat TPI atau karena adanya hubungan tertentu. Sikap laki-laki pada umumnya yang belum selalu bersedia terlibat dalam kegiatan yang menyangkut perempuan secara langsung dan tidak langsung berpengaruh pada kenyataan lain. Ialah bahwa hingga kini perempuan dan berbagai permasalahannya masih lebih dianggap sebagai urusan dan tanggunjawab perempuan dan bukan merupakan tanggungjawab bersama. Contohnya adalah dalam masalah pengentasan kemiskinan. Sejauh mana sudah dianggap bahwa pengentasan kemiskinan perempuan sama pentingnya sehingga perlu ditangani bersama, oleh laki-laki dan perempuan?

    Sehubungan dengan pertanyaan diatas maka ada peristiwa lain yang menarik untuk dibahas dalam rangka peringatan Hari Kartini. Ialah sidang kabinet terbatas yang secara khusus membahas pemantapan penghapusan kemiskinan (22 April 1997). Bagi Presiden Soeharto maupun para menteri yang hadir dalam rapat kabinet yang sangat penting ini jelas bahwa sidang tersebut tidak ada hubungannya Kartini. Meskipun para bapak pengambil keputusan tidak lupa (mudah-mudahan) bahwa pada permulaan abad ke-20 ini penghapusan kebodohan dan kemiskinan adalah inti dari perjuangan Kartini.

    Bahwa masalah pengentasan kemiskinan untuk sekian kalinya dibahas menunjukkan sikap serius Pemerintah untuk dapat secara lebih akurat menentukan strategi dan kelompok sasaran yang perlu ditentukan dalam usaha menghapuskan kemiskinan. Sedangkan bila kita cermati, para Menteri yang hadir dalam sidang terbatas Memantapkan Program Menghapus Kemiskinan (MPMK), adalah menteri-menteri yang bidang tugasnya berkaitan langsung dengan program menghapus kemiskinan dan pengembangan usaha kecil dan menengah.

    Karena topik bahasannya adalah penghapusan kemiskinan, dan kemiskinan adalah kondisi hidup yang akrab dengan perempuan, maka timbul pertanyaan: mengapa Menteri Negara Urusan Peranan Wanita tidak diundang untuk hadir? Bagaimana sebenarnya Pemerintah memandang kemiskinan perempuan? Memang belum ada data statistik yang jelas berapa jumlah perempuan miskin. Tetapi angka-angka yang ada secara tidak langsung menunjuk pada kemiskinan yang dialami perempuan.

    Antara lain: tingginya angka kematian ibu di Indonesia; makin menurunnya anak perempuan yang mengikuti pendidikan formal di tingkat sekolah lanjutan; terpusatnya pekerja perempuan di sektor yang rendah pendidikan, rendah ketrampilan dan rendah upah.

    Kesemuanya secara tersendiri maupun bersama-sama menggambarkan bahwa kemiskinan masih melekat dan akrab dengan perempuan. Karenanya, tidak terlibatnya Menteri UPW dalam sidang MPMK sekali lagi perlu dipertanyakan. Jawabannya bisa: karena anggapan bahwa kemiskinan perempuan secara otomatis akan terangkat dengan program-program yang akan dikembangkan. Atau: bahwa kemiskinan perempuan tidak berbeda dengan kemiskinan pada umumnya. Untuk jawaban ini bisa diberi komentar bahwa memang ada persamaannya, tetapi juga ada perbedaannya. Perlu diingat bahwa kemiskinan perempuan dipengaruhi oleh faktor seperti tradisi, agama dan jender dengan implikasi yang kompleks dan negatif pada status kesehatan dan pendidikan perempuan. Karenanya, sebab dan kondisi kemiskinan perempuan harus mendapat perhatian khusus dalam upaya penghapusan kemiskinan di Indonesia. Sehingga yang merisaukan adalah bahwa dengan tidak hadirnya Menteri UPW maka tidak ada Menteri yang secara khusus memberi masukan tentang kondisi dan kebutuhan perempuan miskin.

    Maka juga dapat diperkirakan bahwa dalam menyusun strategi MPMK akan lebih didasarkan pada kondisi kemiskinan pada umumnya. Masukan dan kehadiran Menteri UPW diharapkan bisa menyebabkan bahwa kebutuhan perempuan miskin dapat menjadi bagian integral dari program MPMK yang akan dikembangkan. Juga untuk menunjukkan bahwa meskipun kebanyakan pejabat yang menduduki posisi pengambil keputusan adalah laki-laki, namun tidak semuanya 'gender blind'. Ialah memahami bahwa permasalahan kemiskinan perempuan perlu juga diperhatikan bersama. Dan disadari bahwa dalam mengentaskan kemiskinan peranserta perempuan penting. Tidak hanya sebagai obyek tetapi juga sebagai pengambil keputusan. Apalagi mengingat bahwa korban kemiskinan masih tetap adalah perempuan. Tingginya angka kematian ibu adalah salah satu bukti nyata tentang gawatnya kemiskinan dan status kesehatan perempuan.

    Mengingat bahwa menghapuskan kemiskinan pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan bangsa, maka ada indikator lain yang perlu diperhatikan oleh para bapak-bapak Menteri yang berkaitan dengan belum tercapainya cita-cita Kartini secara menyeluruh. Ialah statistik pendidikan yang menunjukkan bahwa angka putus sekolah anak perempuan setelah sekolah dasar masih tetap lebih tinggi dibandingkan dengan anak laki-laki. Sejak Kartini sampai sekarang kita percaya bahwa pendidikan merupakan faktor yang penting dalam meningkatkan status dan peranan perempuan sehingga mengupayakan agar setiap anak perempuan dapat menyelesaikan Wajib Belajar 9 tahun harus merupakan juga sasaran MPMK.

    Karena dalam keluarga miskin yang terdorong keluar dari jalur pendidikan formal biasanya adalah anak perempuan lebih dahulu. Jelas kiranya bahwa faktor sosial-budaya seperti agama, tradisi dan jender mempunyai implikasi terhadap kemiskinan perempuan yang tidak mudah dihapuskan bila tidak di mulai dengan memperhatikan juga pendidikan anak perempuan. Dapatkah gerakan yang bergengsi seperti GN_OTA diajak untuk memberi perhatian khusus pada masalah anak perempuan dari keluarga miskin? Keterlibatan para Menteri sangat diharapkan. Hal lain yang berkaitan dengan masalah perempuan miskin adalah bahwa dalam sidang kabinet terbatas Presiden memberi petunjuk agar penyaluran kredit atau pendanaan bagi pengusaha kecil bisa benar-benar dilaksanakan secara efektif dan mencapai sasaran (Kompas 23 April). Sehubungan dengan itu apakah bapak MenKo Prodis bisa memikirkan agar penyaluran kredit bisa dijangkau oleh perempuan miskin karena mereka belum pengusaha kecil, tetapi masih (menurut istilah seorang pengusaha) menekuni usaha yang 'sangat-sangat' kecil (simbok bakul/gendong). Karena kebanyakan perempuan miskin menekuni usaha yang sangat-sangat kecil, dan perempuan miskin biasanya juga miskin pendidikan, miskin ketrampilan, miskin modal, dan miskin pengalaman untuk dapat memahami aturan dan ketentuan yang akan ditentukan oleh Pemerintah tentang usaha kecil, maka strategi MPMK perlu dibuat agar juga terjangkau oleh perempuan miskin. Modal utama perempuan miskin adalah: keuletan dan kegigihannya untuk mempertahankan kelangsungan hidup keluarganya. Modal yang tidak boleh diperkecil artinya dalam membuat program penghapusan kemiskinan.

    Sehingga dalam rangka Hari Kartini 1997, perempuan Indonesia mengharapkan bahwa strategi yang akan dikembangkan oleh Pemerintah melalui MPMK akan juga mencanangkan sebagai sasaran terhapusnya kemiskinan perempuan Indonesia. Supaya makin banyak perempuan bisa melepaskan diri dari kemiskinan dan dapat menikmati berbagai kesempatan yang kini terbuka baginya
    [/justify]
    .[/quote][/quote]
    avatar
    aphrodith
    Moderator
    Moderator

    Female peri cinta ..its me...
    IFSer Active



    Total Post : 541
    999 / 999999 / 999


    Location : D'pok
    Joint date : 2009-01-22

    default Re: Renungan Hari Kartini

    Post  aphrodith on 24/04/10, 07:45 pm

    meskipun sekarang perayaan Kartini ga kek dulu ya tapi rasanya teteup aja adem...keliatan beda gtu, sebagai perempuan seneng aja serasa haknya ga di bedain...hehehe

      Current date/time is 16/12/17, 06:09 pm