Dunia Wanita

Mulai Terhitung 17 Sept 2011 - 6 hari kedepan http://www.duniawanita.org akan bs di akses dengan alamat http://www.duniawanita.us
dan untuk selanjutan artikel akan update di website baru.
---------------------
Silahkan Kunjungi Website DWI
dengan tampilan dan artikel baru :
http://www.duniawanita.us

Indonesian Female'S Forum - Dunia Wanita Indonesia


    Perempuan Tidak Bahagia Setelah Menikah?

    Share
    avatar
    indra
    Exc. Moderator
    Exc. Moderator

    Male A man with much hope
    Red Medals Donatur IFSer Active



    Total Post : 923
    999 / 999999 / 999


    Location : Jakarta
    Joint date : 2008-11-29
    hobbies : Music, Soccer

    Message
    Status: Members
    Mistake: 0

    default Perempuan Tidak Bahagia Setelah Menikah?

    Post  indra on 21/04/10, 05:38 pm

    [img]http://www.kompas.com/data/photo/2010/04/04/2238344p.jpg[/img]

    Perempuan Indonesia tidak bahagia setelah menikah? Ini pernyataan yang sifatnya subyektif, namun tidak sulit ditemukan realitasnya.

    Perempuan Indonesia, terutama setelah menikah, banyak yang tidak bahagia dengan kehidupannya. Pendapat ini bisa saja sangat subyektif. Namun realitasnya tak sulit ditemukan dalam keseharian karena perempuan tidak mendapatkan hak bersuara. Contohnya saat diminta pendapatnya bahkan dalam relasi keluarga.

    Kasmawati AP, dari unit kerja lembaga masyarakat kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, mengutarakan pengalamannya tentang persepsi terhadap perempuan di Indonesia. Namun masih dibutuhkan penelitian lebih valid untuk menjawab persoalan ini, kata Kasmawati.

    Menurutnya, munculnya pendapat tersebut di atas disebabkan kondisi perempuan di Indonesia dan terutama di kawasan Asia menunjukkan gejala yang sama.

    Perempuan masih dalam posisi terlemahkan dan termarjinalkan. Tak hanya dalam relasi suami-istri, namun juga dalam kesehatan fisik maupun psikis. Perempuan tidak mendapatkan akses informasi yang cukup untuk memahami haknya. Kondisi ini membuat perempuan semakin tidak bahagia, karena tidak berkesempatan memperoleh hak bahkan untuk menyampaikan pendapatnya.

    Kasmawati menyebut contoh dari perbincangannya dengan perempuan asal Singapura, untuk membuktikan bahwa banyak perempuan menjadi tidak bahagia setelah menikah.

    "Seorang istri tidak diminta pendapatnya oleh suami tentang berbagai hal, termasuk setelah bercinta misalnya. Pasangan tidak merasa perlu bertanya apakah perempuan terpuaskan atau tidak. Perempuan tidak diberikan kesempatan menyampaikan pendapat, dan mendapatkan haknya," jelas Kasmawati.

    Contoh sederhana ini hanya sebagian kecil dari persoalan hak perempuan, yang seringkali terabaikan. Penyebabnya adalah perempuan tidak mendapatkan kesempatan memahami haknya sebagai individu. Belum lagi bicara mengenai hak reproduksi, termasuk kehamilan dan kelahiran anak.

      Current date/time is 23/09/17, 05:28 am